Setiap wanita pasti ingin tampil percaya diri. Namun, tanpa disadari, cara kita memilih pakaian bisa mengungkapkan perasaan yang sebenarnya. Psikolog menyebut bahwa gaya busana sering kali menjadi cerminan kondisi psikologis seseorang, termasuk rasa insecure. Bukan berarti semua yang memakai pakaian tertentu sedang tidak percaya diri, tetapi ada pola menarik yang perlu kita ketahui.

1. Pakaian yang Terlalu Besar

Wanita yang merasa tidak nyaman dengan bentuk tubuhnya cenderung memilih pakaian yang jauh lebih longgar. Tujuannya jelas: menyembunyikan area yang dianggap kurang sempurna. Psikoterapis Deborah Klinger menjelaskan bahwa kenyamanan yang dicari bukanlah kenyamanan fisik, melainkan psikologis. Mereka merasa aman jika tubuhnya tertutup, meski harus kepanasan.

2. Warna Gelap atau Kalem

Hitam, abu-abu, dan biru tua sering menjadi pilihan favorit mereka yang ingin menghindari perhatian. Warna-warna ini dianggap mampu memberikan rasa aman dan tidak mencolok. Menurut World Fashion Channel, abu-abu bahkan dijuluki sebagai 'warna yang menyedihkan' karena sering dikaitkan dengan keinginan untuk tidak terlihat.

3. Terlalu Banyak Aksesori

Mengenakan aksesori berlebihan bisa jadi tanda insecure, lho. Peneliti dari University of Canterbury, Jessica A. Boyce, mengungkapkan bahwa aksesori digunakan untuk mengalihkan perhatian dari bagian tubuh yang tidak disukai. Jadi, bukan karena percaya diri, melainkan untuk menutupi kekurangan yang dirasakan.

4. Gaya Sopan dan Sederhana

Pakaian tertutup dan konservatif sering dipilih untuk menghindari penilaian orang lain. Studi dalam jurnal Social Psychological and Personality Science menemukan bahwa wanita cenderung berpakaian lebih sopan saat bertemu sesama wanita, karena mereka lebih khawatir akan tatapan kritis dari perempuan lain.

5. Pakaian dengan Logo Merek

Memakai pakaian bermerek dengan logo besar bisa jadi cara untuk menunjukkan status sosial. Terapis kognitif Mandy Kloppers berpendapat bahwa semakin banyak pakaian desainer yang dikenakan, semakin besar kemungkinan seseorang merasa tidak aman. Mereka berharap pengakuan dari orang lain melalui merek yang dipakai.

6. Mengenakan Pakaian yang Sama Berulang Kali

Memakai outfit yang sama terus-menerus bisa memberikan rasa aman bagi mereka yang tidak percaya diri. Mereka menghindari risiko mencoba gaya baru yang mungkin tidak cocok. Pengulangan menjadi semacam zona nyaman yang melindungi dari kemungkinan gagal tampil.

7. Pakaian Kasual dan Nyaman

Kaos oblong longgar dan celana training memang nyaman, tetapi bagi sebagian orang, ini adalah cara untuk tidak menarik perhatian. Mereka memilih pakaian yang tidak menuntut usaha ekstra, karena merasa tidak nyaman dengan pakaian yang terlalu ketat atau panas.

8. Menutupi Kulit

Menghindari memperlihatkan kulit, misalnya dengan lengan panjang atau rok panjang, bisa menjadi tanda keinginan untuk menyembunyikan diri. Mereka merasa lebih aman jika sedikit mungkin bagian tubuh yang terlihat.

9. Pakaian Berlapis

Mengenakan beberapa lapisan pakaian, seperti kaus dalam plus kemeja dan jaket, mungkin bukan sekadar gaya. Ini bisa menjadi cara untuk menambah rasa aman dan mengurangi kecemasan akan penampilan.

Ingat, tidak semua orang yang memakai pakaian longgar atau warna gelap sedang insecure. Namun, jika kamu merasa pilihan busanamu didorong oleh rasa takut atau ketidaknyamanan, mungkin saatnya introspeksi. Fashion seharusnya menjadi alat ekspresi diri, bukan pelindung dari rasa tidak aman. Mulailah mencintai diri sendiri dan pilihlah pakaian yang membuatmu bahagia, bukan yang menyembunyikanmu.

Reporter: Sania Putri